RSUD ABADI
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Slider
 

Indikator Area Klinis

a. Angka kelengkapan pengkajian medis di ruang rawat inap anak <24 jam.

Grafik Angka kelengkapan pengkajian medis di ruang rawat inap anak <24 jam

Hasil indikator ini diperoleh dari laporan capaian mutu bulanan unit. Capaian indikator ini masih menunjukkan tingginya angka ketidaklengkapan pengkajian medis dengan persentase mencapai 100% dalam kurun waktu Januari–Maret. Belum tercapainya indikator ini dengan standar rumah sakit 80% dikarenakan kurangnya sosialisasi tentang bagaimana pengisian form asesmen pasien baru yang sesuai dengan SPO.

b. Angka dilaksanakannya prosedur time out sebelum melakukan pembedahan

Prosedur time out sebelum melakukan pembedahan

Hasil indikator ini diperoleh dari laporan capaian mutu bulanan unit. Capaian indikator ini menunjukkan angka tidak dilaksanakannya prosedur time out sebelum melakukan pembedahan sudah mencapai 0% dalam kurun waktu Januari–Maret yang artinya sudah mencapai standar rumah sakit yakni dengan persentase 0%.

c. Kejadian salah penyerahan darah tranfusi

Hasil indikator ini diperoleh dari laporan capaian mutu bulanan unit. Capaian indikator ini menunjukkan tidak ada kasus pada kejadian salah penyerahan darah tranfusi dalam kurun waktu Januari–Maret yang artinya sudah mencapai standar rumah sakit yakni dengan tidak adanya kasus.

d. Kejadian infeksi jarum infus di ruang rawat inap bengkirai

Hasil indikator ini diperoleh dari laporan capaian mutu bulanan unit. Capaian indikator ini menunjukkan persentase yang fluktuatif atau tidak stabil dalam kurun waktu Januari–Maret. Belum optimalnya indikator ini mencapai persentase ≤1 dikarenakan beberapa faktor diantaranya adalah belum dilakukannya pemberian waktu (tanggal dan jam) pemasangan infus yang sebaiknya ditempatkan disekitar area pemasangan pada setiap pasien sehingga lama infus terpasang akan terkontrol, faktor lainnya bisa terjadi akibat kurangnya kepatuhan tenaga kesehatan dalam hand hygiene pada five moments serta belum optimalnya teknik aseptik yang digunakan atau pada saat pemasangan tidak sesuai dengan SPO.