RSUD ABADI
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Slider
 

Terapkan SIMPLE – BPJS Online, RSUD Samboja masuk SINOVIK TOP 99 Kemenpan – RB

Tenggarong – RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI) Samboja, Kutai Kartanegara lolos kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dalam Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Top 99 secara nasional. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja dinyatakan lolos seleksi kompetisi pelayanan publik dan masuk di Sinovik Top 99 KemenPAN-RB,” kata Kabag Organisasi dan Tatalaksana (Ortal) yang juga Ketua Tim Teknis Reformasi Birokrasi (RB) Tauhid Afrilian Noor, melalui Kasubag Ketatalaksanaan Murdi, diruang kerjanya Kantor Bupati, Tenggarong.

Menurut Murdi, dari 17 proposal inovasi Kutai Kartanegara yang dikirim ke ajang kompetisi pelayanan publik dua diantaranya lolos seleksi yakni Kelola Listrik Komunal Muara Enggelam (Klik-Me) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Simple BPJS (Sistem Pendaftaran Online Poliklinik Terintegrasi-BPJS) di RSUD ABADI. “Jadi, inovasi yang dilakukan RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja memiliki keunggulan mempermudah pelayanan pasien yang akan melakukan pemeriksaan rawat jalan melalui sistem pendaftaran pasien yang dilakukan secara online dan mesin self check in di rumah sakit,” tutur beliau.

“Ya mudah-mudahan hasil presentasi dan wawancara kompetensi nantinya, kedua inovasi Kukar yang dinyatakan lolos tersebut bisa menembus 40 besar, 35, 25 hingga 10 besar. Kalau masuk 10 besar itu artinya Kutai Kartanegara berhak mengikuti kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat internasional,” jelasnya.

Diketahui, selain menerapkan Simple BPJS, RSUD ABADI juga menerapkan sistem penagihan klaim BPJS dengan menggunakan e–Claim yang di Bridging ke server BPJS. Terlebih dahulu pasien pasien melakukan registrasi di mesin self chek-in yang berada di RSUD ABADI tanpa mengantri di counter BPJS dan unit pendaftaran manual.

Penagihan klaim pasien BPJS sendiri akan menjadi lebih cepat dan ringkas serta sesuai dengan tarif yang ditetapkan BPJS maksimal 15 hari setelah klaim diajukan. Secara sederhana adanya sistem informasi terintegrasi diterapkan, pada saat pasien datang mendaftar maka semua unit langsung mendapatkan informasi adanya pasien yang masuk dalam sistem. Tinggal melakukan proses input data terkait pelayanan pada pasien tersebut dan akan terintegrasi pada saat pasien pulang untuk proses pengklaiman.

“Dari survei kepuasan pelanggan, didapat data bahwa secara keseluruhan dalam pemakaian aplikasi self check- in hampir semua responden menyatakan sangat baik dan menarik serta pemberian pelayanan memuaskan bagi pelanggan dalam mempermudah dan mempercepat proses mendaftarkan ke Poliklinik,” ujar Direktur RSUD ABADI, Drg Musafirah Akil Ali. (https://humas.kukarkab.go.id)